Gunungsari Batu

don’t judge a book by its cover

Penyuluhan Kesehatan Ternak, Perkandangan, Sanitasi Kandang dan Pengolahan Limbah Ternak

Latar Belakang :
Sapi perah seperti jenis Friesian Holstein berpotensi tinggi sebagai penghasil susu, tetapi produksi yang tinggi ini hanya dapat dicapai jika tersedia kondisi yang benar. Beberapa kondisi penting yang harus dipenuhi adalah manajemen kesehatan, fasilitas perkandangan, sanitasi kandang dan pengolahan limbah ternak yang baik.
Melihat kondisi sosial para peternak sapi perah pada skala kecil yang kebanyakan masih belum begitu memahami pentingnya faktor pengendalian penyakit, perkandangan, sanitasi kandang dan pengolahan limbah yang baik, kemudian adanya tuntutan dari pihak KUD atau Unit Pengolahan Susu (UPS) yang menginginkan adanya peningkatan kualitas mutu dan kuantitas susu yang dihasilkan oleh para peternak, maka diperlukan upaya untuk menggugah kemauan dan kesadaran para peternak kita pada kebiasaan lama yang jelek menjadi peternak yang maju dan berorientasi bisnis.
Kondisi ekonomi kebanyakan para peternak di Dukuh Ngebruk ini rata-rata tergolong cukup mampu. Hal ini dikarenakan pekerjaan utama mereka adalah petani bunga mawar potong, meskipun demikian hasil dari beternak sapi perah ini juga turut andil dalam meningkatkan kesejahteraan mereka. Hal ini dibuktikan dengan pernyataan dari salah satu peternak yang dapat membangun rumah dan membeli sawah berasal dari beternak sapi perah. Namun sangat disayangkan bila kondisi tingkat kesejahteraan yang baik ini tidak diiringi dengan pengelolaan sektor peternakan yang baik bahkan cenderung apatis.
Oleh karena melihat kondisi yang demikian ini, Tim KKN-U berupaya untuk memberikan suatu pengetahuan dan penjelasan mengenai pentingnya menjaga kesehatan ternak yang meliputi pengetahuan tentang jenis-jenis penyakit, tanda/gejala suatu penyakit, cara pencegahan dan penanganan/pengobatan baik secara medis maupun secara obat alami. Serta pengetahuan tentang perkandangan, sanitasi kandang dan pencegahan pencemaran lingkungan dengan pengolahan limbah ternak yang modern. Diharapkan setelah diberikan pengetahuan tersebut, para peternak memiliki kesadaran dan mau berubah dari kondisi yang belum baik menjadi kondisi yang jauh lebih baik lagi.
Tujuan Kegiatan :
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan suatu penyuluhan terhadap pentingnya masalah kesehatan ternak, perkandangan (syarat pendirian bangunan kandang, bahan, ukuran dan konstruksi kandang), terutama tentang sanitasi kandang (pengaruh terhadap kesehatan ternak, kualitas dan harga susu, serta kesehatan manusia), dan yang tidak kalah penting yaitu pengolahan limbah ternak (upaya mengurangi pencemaran limbah ternak terhadap lingkungan, menambah daya guna limbah ternak dan menambah pendapatan peternak).
Sasaran Kegiatan :
Para peternak sapi perah di Dukuh Ngebruk RW 07 Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu.
Lokasi Kegiatan :
Kegiatan ini dilaksanakan di rumah Ketua RW 07 Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu.
Waktu Pelaksanaan :
Program ini dilaksanakan hari Senin 16 Februari 2009.
Peserta :
Para peternak sapi perah di Dukuh Ngebruk RW 07 Desa Gunungsari.
Hasil Kegiatan :
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin 16 Februari 2009. Pemilihan waktu kegiatan adalah menyesuaikan waktu luang dari para peternak tersebut mengingat selain sebagai peternak sapi perah, kesibukan utama mereka adalah petani bunga mawar potong. Mulai dari pagi sampai siang hari waktu dihabiskan di sawah atau kebun, sedangkan sore hari digunakan untuk memerah susu ataupun mengirim bunga mawar potong ke GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Petani) atau langsung mengirimnya ke luar kota. Penyuluhan ini dilaksanakan pada malam hari karena malam hari adalah waktu dimana mereka sudah selesai beraktifitas.
Pelaksanaan program ini berdasarkan survey yang dilaksanakan sebelumnya untuk mendapatkan informasi mengenai potensi dan permasalahan yang ada di daerah ini. Setelah diketahui potensi dan permasalahan yang ada, maka dibuatlah program ini yang sekaligus telah didukung, disetujui dan diberi masukan, baik oleh ketua Dusun Brumbung maupun ketua RW 07 Dukuh Ngebruk itu sendiri. Hal ini dikarenakan dalam kehidupan sehari-harinya mereka telah mengetahui kondisi permasalahan dan merasakan langsung dampak permasalahan itu. Misalnya saja mengenai sanitasi kandang, kepala Dusun Brumbung yang juga pernah sebagai pengurus KUD, memberikan masukan bahwa faktor sanitasi selain berpengaruh terhadap kesehatan ternak juga terhadap harga susu. Selain itu mengenai pencemaran lingkungan, kepala Dusun tersebut juga mengalami dampak dari pencemaran limbah ternak dari peternak sapi perah yang berada dekat dengan rumah Beliau. Limbah ternak yang ada di kandang tersebut pada saat musim penghujan sering meluber ke pekarangan belakang dan bahkan sampai melewati beberapa rumah warga sekitar termasuk rumah Beliau sendiri. Peternak sapi perah di sini biasa membuang limbah ternak ke sungai. Limbah ternak yang dibuang ke sungai tersebut, airnya kadang kala digunakan oleh anak-anak kecil untuk bermain dan mandi. Kemudian bau dari peternakan sapi perah tersebut juga dikeluhkan oleh warga sekitar. Oleh karena itu adanya penyuluhan ini mendapat sambutan yang cukup baik dari perangkat desa, warga sekitar dan para peternak sapi perah tersebut, karena dirasa sedikit banyak telah membantu meringankan permasalahan mereka.
Jalannya kegiatan ini ada dua sesi penyampaian penyuluhan. Pertama mengenai penyuluhan kesehatan dan yang kedua mengenai penyuluhan perkandangan, sanitasi dan pengolahan limbah ternak. Tiap penyuluhan terdapat sesi penyampaian materi dan sesi diskusi atau tanya jawab. Penyampaian materi menggunakan metode poster yang digunakan sebagai media visual sebagaimana slide presentasi menggunakan power point pada komputer. Pada penyuluhan kesehatan, para peternak terlihat antusias terhadap setiap materi yang disampaikan pemateri. Materi yang disampaikan yaitu mengenai beberapa penyakit yang sering dihadapi secara umum oleh kebanyakan peternak sapi perah, gejala, diagnosa, pencegahan, dan pengobatan secara medis maupun secara alternatif dari bahan alami/tanaman obat. Penyakit tersebut antara lain; mastitis, kembung (bloat), kuku busuk (foot root), cacingan, demam susu (milk fever), keluron (keguguran). Kemudian pada sesi diskusi atau tanya jawab beberapa peternak aktif terlibat dalam diskusi dan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai pengalaman pribadi mereka dalam menangani ternak yang sakit. Kemudian di akhir sesi acara, wakil dari peternak tersebut meminta agar poster yang digunakan pada saat presentasi tersebut untuk diberikan kepada mereka agar sewaktu-waktu mereka membutuhkan dapat melihatnya kembali, meskipun masing-masing yang hadir telah mendapat hand out dari presentasi tersebut.
Penyuluhan perkandangan, sanitasi kandang dan pengolahan limbah ternak mendapat tanggapan yang tidak jauh berbeda dengan penyuluhan materi sebelumnya. Para peternak yang hadir cukup antusias menyimak materi ini, meskipun didalamnya menyinggung masalah kondisi kandang mereka yang masih sederhana, kotor dan masalah pembuangan limbah yang sering kali langsung dibuang ke sungai. Materi yang disampaikan meliputi perkandangan (syarat pendirian, bahan, ukuran, dan konstruksi), sanitasi kandang (pengaruhnya terhadap kesehatan ternak maupun manusia, pengaruh sanitasi terhadap harga susu), dan pengolahan limbah ternak (dampak negatif pencemaran limbah ternak, hukum/peraturan tentang pencemaran limbah ternak dan sanksi hukum atas pencemaran limbah ternak terhadap lingkungan, manfaat dan kelebihan pupuk organik, pembuatan pupuk bokashi padat dan cair menggunakan bio starter, dan pembuatan pupuk cair dari urine). Pada sesi tanya jawab beberapa peserta mengajukan pertanyaan seputar bio starter mengenai harga, dosis dan petunjuk pemakaian, serta proses pembuatan bokashi. Seperti pada penyuluhan sebelumnya, peternak juga meminta agar poster materi penyuluhan agar ditinggal untuk dibuatkan mading, yang proses pembuatannya secara swadaya dikoordinasi oleh ketua RW dan peternak itu sendiri.

Kerjasama :
Teman-teman Tim KKN-U selaku koordinator acara, Bapak Sujono selaku kepala Dusun Brumbung, Bapak Ricky selaku ketua RW 07 Dukuh Ngebruk dan para peternak sapi perah Dukuh Ngebruk.
Anggaran:
Pada program ini membutuhkan biaya sebesar Rp. 20.000,-

Maret 1, 2009 - Posted by | laporan kegiatan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s